Home > Pendidikan > Facebook Tak Pernah Berfikir Untuk Melindungi Anak-Anak

Facebook Tak Pernah Berfikir Untuk Melindungi Anak-Anak

LONDON (SuaraMedia News) – Aksi Bullying  melalui jejaring pertemanan, Facebook terus meningkat. Dalam tiga bulan kepolisian Inggris telah menerima sekira 252 laporan mengenai keluhan terhdapa Facebook.

Jumlah laporan tersebut meningkat empat kali lipat sejak akhir tahun 2009. Padahal sepanjang 12 bulan di tahun 2009, jumlahnya 292 laporan

Menurut Jim Gamble, seorang anggota kepolisian Inggris, laporan-laporan tersebut diadukan para orang tua.

Kasus yang menimpa bermacam-macam, mulai dari kekerasan, hingga paedophilia yang menimpa anak-anaknya di Facebook.Ditegaskan Gamble, seperti diberitakan Telegraph, Facebook seharusnya memiliki kepedulian terhadap maraknya aksi-aksi kekerasan, atau bahaya predator yang kerap menimpa anak-anak. Rencana pengembangan fitur tombol ‘panik’ di Facebook dinilai dapat mengurangi jumlah penjahat di Facebook.

“Facebook sungguh arogan, mereka tak pernah berpikir tentang apa yang seharusnya dilakukan untuk melindungi anak-anak,” katanya.

Dikatakannya, situs yang didirikan Mark Zuckerberg tersebut memang ahli dalam bidang periklanan tapi tidak ahli dalam  melindungi anak-anak.

Facebook sendiri, membantah keras bahwa pihaknya tak mempedulikan keselamatan di dunia maya. “Kami sangat serius memperhatikan keamanan,” kata juru bicara Facebook.

Sementara itu, diketahui sebelumnya, artis cilik asal Inggris juga menjadi korban dari dampak yang ditimbulkan facebook, Adalah bintang cilik yang melejit namanya karena ajang pencarian bakat Britain’s Got Talent, Hollie Steel. Artis berusia 11 tahun tersebut dibombardir dengan pesan tidak senonoh mengarah ke pelecahan seksual di laman Facebook-nya, setelah namanya dikenal seantero Inggris.

Ibu Hollie, Nina Steel pun geram dengan para pelaku yang mengirimkan pesan tak pantas ke Facebook anaknya itu. Menurutnya, hal tersebut membuat keluarga Hollie merasa terganggu.

“Para pelaku menuliskan segala sesuatu yang tak pantas dan mengganggu. Saya bingung menghadapi masalah ini,” tukas Nina geram, seperti yang diberitakan Fox News.

“Saya khawatir, Hollie yang baru berumur 11 tahun menjadi korban kejahatan seksual di Facebook. Sku hanya mengizinkannya mengakses internet jika dia bersamaku. Di sekolah, dia juga diawasi sehingga tidak melihat pesan-pesan tersebut,” cetus sanga bunda.

Kasus Hollie ini menyita pemerhati anak-anak di Inggris, mereka mengusulkan kepada orangtua agar selalu mendampingi sang buah hati jika ingin mengakses internet, khususnya jejaring sosial. Pasalnya, pelaku pedofilia selalu mengintai anak dibawah umur yang jauh dari pengawasan orangtua. (ar/z2k)

www.suaramedia.com

Categories: Pendidikan Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: