Home > Pendidikan > Workshop Mind Mapping

Workshop Mind Mapping

MIND MAPPING

Kebiasaan banyak orang didalam menggunakan otak untuk belajar hanya otak kiri atau hanya otak kanan, hingga sering dijumpai bahwa murid yang namanya  si polan sangat pintar matematik tetapi lemah dalam pelajaran sejarah. Ada murid yang lain sangat hafal akan seluruh kota-kota propinsi di Indonesia termasuk hasil bumi daerah tersebut, tetapi dia sangat lemah pelajaran IPA. Perlu kita ketahui bahwa otak manusia terbagi dua bagian yang fungsinya berbeda-beda. Otak KIRI digunakan untuk; Kata-kata, Logika, Angka, Linearitas, Analisis, Daftar dan Sekuens.

Sedangkan Otak KANAN digunakan untuk; Ritme, Kesadaran, Imajinasi, Mengkhayal, Warna, dan Dimensi.

Bagaimana untuk membuat anak didik itu cerdas dan pintar ? Buku yag ditulis oleh Tony Buzan yang mengupas tentang mind mapping inilah jawaban yang tepat agar para orang tua dan guru dapat menerapkan teori ini untuk membuat murid atau anak-anak didik terbiasa menggunakan otak kiri dan otak kanan.

Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang berbercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.

Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.

Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan cara kerja Peta Pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral / tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan area mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.

Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:

1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah

Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.

2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama

Dari tema utama “Sejarah Indonesia”, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari : Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.

3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol

Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut..

Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang “miskin warna”.

4. Gunakan huruf besar

Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci.

5. Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit

Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.

6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema

Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.

Alhamdulillah…

Pada hari Ahad, 07 November 2010, LP. Ma’arif NU MI. Al Khoiriyah 1 & 3 Dalegan bekerja sama dengan KKMI Kecamatan Panceng telah sukses menyelenggarakan Workshop Sehari dengan tema “Cara Tepat Memahami Konsep Melalui Metode Mind Mapping” bersama Abd. Haris Rosyidi, M.Pd., Dosen dan Assesor Sertifikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang diikuti oleh guru-guru RA dan MI se-Kecamatan Panceng yang berjumlah kurang lebih 80 peserta.

Setelah mengikuti workshop ini, kami berharap semoga para guru dapat menerapkan konsep “Mind Mapping” kepada para siswanya agar lebih mudah dalam memahami pelajaran, yang akhirnya bisa meningkatkan kualitas peserta didiknya. Amiin…🙂

  1. salah satu karyawan SD NU
    July 24, 2011 at 2:22 pm

    merefleksi ttg mind mapping, sy akan mencoba memberikan pendapat, bahwa anak didik memang dikaruniai keistimewaan dalam memetakan sesuatu yang baik dan yang buruk. akan tetapi anak didik memang dewasa ini relative tdk mampu mungukur pola pemikiran secara implementatif. oleh karena itu hasil dari pemetaan tersebut kadang cenderung kurang cerdas. untuk mengakomodir antara keinginan (mind of motivations) dengan perasaan masih cenderung ke kiri, ingat bahwa agama telah menyeimbangkan manusia antara Aqlu dgn nafs. sy kurang setuju bila qolbu diidentifikasi sebagai perasaan hati karena ketika kita menginterpretasikan qolbu sbg perasaan hati maka bagaimana posisi FUADA ? bagaiman peran Sudur ? seperti kalimat dlm terjemahan Al-Qur’an ” syetan telah berbisik dalam dada manusia” padahal secara medis fungsi hati tiada lain adalah sebagai filter racun secara fisik melalui makanan yg dikonsumsi bukan sebagai filter bisikan syetan secara gaib. maka perlu diperjelas, bahwa yg benar dalam mengfungsikan otak kanan adalah akal fikiran secara FUAADA. konklusinya, memahami sesuatu keilmuan harus tersurat dan tersirat krn ilmu itu sistemik, berurutan dan tidak sepotong-sepotong.
    Mhn maaf, bapak td adalah sekedar asah wacana bila ada kekurangan, itulah manusia yg sebagai manusia senantiasa dituntut untuk berpikir (keilmua) krn berpikir sesaat (positif) adalah bagian dari ibadah. salam………….

  2. August 13, 2011 at 10:34 pm

    Terima kasih atas pendapatnya.🙂
    Kembali kepada fungsi otak kiri dan kanan, konsep Mind Mapping ini adalah salah satu cara untuk mengkolaborasi dan menyeimbangkan fungsi dari kedua otak tersebut. Konsep ini sangat baik diterapkan dalam pembelajaran, terutama untuk anak usia dini agar mereka terbiasa menggunakan otak kiri dan otak kanan secara bersamaan (balancing) dan memudahkan mereka dalam memahami sebuah topik/bahasan.

    Salam..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: